PT INFOKOM ELEKTRINDO HADIR SEBAGAI PEMBICARA DALAM ACARA APSCC SATELLITE CONFERENCE AND EXHIBITION 2018

Jakarta 3 Oktober 2018, Asia Pasific Satellite Communication Council (APSCC) mengadakan APSCC Satellite Conference and Exhibition 2018, Mulai 2-4 Oktober 2018 di Shangrilla Hotel Jakarta, Indonesia. APSCC sebagai non-profit international organization, memiliki misi untuk mempromosikan pertumbuhan industri satelit dan meningkatkan efisiensi  dari  layanan dan bisnis menggunakan satelit di kawasan Asia Pasifik.

Committee Chair, APSCC 2018 Conference, Patrick M. French Mengungkapkan, “Atas nama Program Committee, saya ingin mengucapkan selamat datang di Jakarta dalam acara The 21th APSCC Satellite Conference and Exhibition. The Asia Pasific Satellite Industry melihat perubahan signifikan dengan adanya rencana peluncuran satelit nasional terbaru, dan layanan High Throughput Satellite (HTS) dengan kapsitas yang lebih besar, serta dampak baru dari MEO dan LEO constellations yang semakin terasa di kawasan Asia Pasifik meskipun masih diperlukan beberapa tahun lagi untuk diluncurkan. Ujar Patrick.

Patrick Menambahkan, beberapa tahun terakhir, tuntutan dalam industri Satelit C-Band dan hambatan untuk masuk kedalam industri  terus meningkat untuk beberapa negara. Tetapi, saat ini ada peluang baru yang muncul. Terutama satelit multifungsi milik pemerintah yang didukung oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) di Indonesia.

Bertindak sebagai pembicara dalam sesi Indonesia Service Providers, General Manager Operasional dan Engineering PT Infokom Elektrindo, Denny Kurniawan mengungkapkan.”Penggunaan HTS di Indonesia sudah ada sejak satelit IPSTAR pada tahun 2005, namun belum massive. Saat ini penggunaan HTS di persiapkan untuk proyek USO yang rencananya akan beroperasi dan di implementasikan pada akhir tahun 2018”. Atau awal 2019 dengan kapasitas sekitar 10-15 Gbps. Sedangkan untuk HTS SMF (Satelit Multi Fungsi) akan beroperasi pada tahun 2011/2023 di Indonesia dengan kapasitas hingga 80-100 Gbps”.

Manfaat untuk Indonesia adalah broadband dengan kapasitas besar, sehingga meningkatkan pemenuhan kebutuhan kapasitas internet sesuai demmand. Karena, internet menjadi enabler ekonomi dan dengan adanya HTS akan menambah akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. dan PT Infokom Elektrindo akan memulai menggunakan HTS di proyek BAKTI pertengahan 2019. Tambah Denny.

Denny berharap, kedepanya pemerintah akan tetap menjaga ekosistem industri vsat di Indonesia agar tetap berjalan dengan baik dan juga kerjasama antara operator penyedia jasa termasuk penyedia perangkat dalam menjalankan bisnis vsat ini.

Sesuai dengan tema acara #SATECHconnect, Panitia APSCC 2018  berusaha untuk menghubungkan pelaku industri yang ada, pelaku bisnis lokal, dan pemain baru melalui program conference dalam rangka untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Pungkas Patrick.