IDCon18

Jakarta – Industrial Conference Initiative bersama APSTV salah satu brand unggulan PT Infokom Elektrindo akan menggelar Indonesia Digital Innovation Conference 2018 (IDCon18) yang akan di gelar di The Ritz Carlton Hotel Pacific Place Jakarta pada tanggal 11 Desember 2018. DIDCon18 kali ini mengambil tema Conquering Unpredictable era dalam industri 4.0, salah satunya adalah bagaimana menghadapi Disruption Technology Digital yang sangat cepat.

Menanggapi  hal tersebut Director Marketing OVO Johnny Widodo mengatakan Indonesia saat ini telah masuk revolusi industri ke-4 atau Industri 4.0. Industri sendiri menurut Johnny Widodo dibagi menjadi dua yaitu industri konvensional dan modern. Kalau dari industri konvensional sebetulnya dampak dari revolusi industri ke-4 ini lebih banyak dilihat dari sisi otomisasi, dengan adanya bantuan technology di proses manufaktur, sangat membantu industri untuk lebih kompetitif dan efisien, karena banyak proses yang tadinya dilakukan dengan manual dengan tenaga orang, sekarang dilakukan dengan menggunakan tenaga mesin sehingga dari sisi waktu lebih cepat, produk yang dihasilkan lebih dapat terprediksi dan cacat produksi dapat di minimalisir, namun dengan peralihan mesin tersebut, maka predictive dan preventive maintenance menjadi hal yang penting untuk dilakukan untuk menjaga kondisi mesin agar investasi yang telah dikeluarkan sesuai dengan pemakaian mesin tersebut, dengan adanya teknologi tentunya membuat industri harus lebih kreatif dalam menentukan investasi yang tepat serta memberikan added value terhadap proses manufaktur itu sendiri. Kalau industri modern tentunya ini sudah sangat jelas sekali, dampak dari industri 4.0 atau digital era dapat dilihat dari banyaknya industri modern yang muncul saat ini, industri modern ini mungkin  bisa dikatakan perusahaan-perusahaan startup, dimana memanfaatkan teknologi untuk membuat proses lebih mudah contohnya adalah Fintech (Financial Technology) yang sudah banyak mengadaptasi konsep industri 4.0.

Sementara itu masih menurut Johnny, banyak sekali kesempatan yang dapat dimanfaatkan industri di era digital saat ini, karena Indonesia banyak sekali bonusnya, misalnya dari sisi geografisnya, banyaknya kaum millenial, Banyaknya smartphone penetrations, hingga banyaknya orang yang menggunakan smartphone untuk transaksi perbankan. Dari sisi pemerintah yang sebelumnya lebih bersifat meregulasi saat ini sudah melakukan  akselerasi contohnya seperti signbox policy bahkan pemerintah juga membangun infrastruktur seperti palapa ring yang saat ini sedang di bangun.

Untuk bisa menghadapi unpredictable era dalam industri 4.0 yang pertama kali harus dilakukan adalah harus merubah mindset, yang kedua kalau mindsetnya sudah bener mereka harus berani untuk investasi karena untuk masuk keranah digital investasinya cukup besar, yang ketiga mendengarkan keinginan customer, membuat satu produk yang bisa menyelesaikan masalah customer tersebut. Nanti kita akan bahas tuntas dalam IDCon18, Pungkas Johnny.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Iwan Sumarwan, General Manager Partnership and Digital Media PT Infokom Elektrindo, ditemui ditempat berbeda Iwan mengatakan bahwa Indonesia saat ini telah masuk era digital, hal tersebut ditandai dengan banyaknya perubahan bisnis model diberbagai sector industri, tidak terkecuali bisnis advertising seperti PT Infokom Elektrindo yang melakukan perubahan dalam hal organization concept dan pembuatan konsep bisnis baru di bidang ICT Solution. Menurut Iwan, era disruptif teknologi yang berkembang begitu cepat sekarang ini harus direspon cepat oleh pemerintah melalui pembuatan kebijakan-kebijakan yang strategis, untuk dapat mensupport industri di Indonesia untuk dapat tumbuh dan berkembang mengikuti perkembangan teknologi yang sedang terjadi. Untuk dapat melewati tantangan teknologi yang masih akan terus berkembang dan tidak dapat terprediksi ini, menurut Iwan regulator dan pemangku kebijakan lainnya perlu mempertimbangkan 3 aspek antara lain: Fasilitas penyedia  Platform, Dukungan Konektifitas serta mengantisipasi hambatan dan tantangan dalam perkembangan ekonomi digital. Oleh sebab itu seluruh stakeholder industri mempunyai peran yang sama untuk dapat memajukan industri di Indonesia, tambah, Iwan.

Banyaknya peluang serta tantangan yang timbul dari trend digital yang terjadi saat ini, tidak hanyak memberikan dampak bagi para pemangku kebijakan, tetapi juga pelaku industri, akademisi sebagai penyedia sumber daya manusia yang kompeten dan produkstif, juga berpengaruh terhadap perilaku konsumen dan bisnis model. Oleh sebab itulah IDCon18 ini diharapkan mampu menjembatani seluruh stakeholder industri darimulai pemangku kebijakan, akademisi, pelaku dan pemilik indusri serta pengamat ekonomi industri khususnya ekonomi digital untuk dapat berdiskusi dan sharing mengenai perkembangan industri dan bagaimana industri dapat lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan yang “unpredictable” terutama terkait perkembangan arus teknologi dan informasi yang berkembang sangat pesat saat ini, sehingga industri Indonesia lebih mampu dalam menghadapi tantangan maupun trend industri yang akan terjadi di masa yang akan datang. Saat ini Indonesia sudah  memasuki era industri 4.0, dimana akan ada proses digitalisasi didalam semua sektor industri. IDCon18 ini diadakan untuk  para pelaku industri agar siap menghadapi era industri 4.0. Pungkas Anten Rahmith, Founder Industrial Conference Initiative dalam penjelasannya mengenai tujuan penyelenggaraan Indonesia Digital Innovation Conference 2018 atau IDCon18.

Dan kami berharap IDCon18 ini bisa bermanfaat dan memberikan kontribusi untuk perkembangan industri di Indonesia.  Untuk informasi terkait acara IDCon18, penjualan tiket dll, dapat dilihat pada Website www.iciindonesia.com dan www.infokom.id serta Sosial media kami @iciindonesia , @icitalks, @apstv.id @infokomelektrindoofficial”. Tambah Anten